Untitled Document Archive
Untitled Document

Wiji Thukul jadi inspirasi ASEAN Literary Festival 2014

Reporter : Laurencius Simanjuntak | Rabu, 5 Maret 2014 16:43

Merdeka.com - ASEAN Literary Festival (ALF) atau festival sastra negara-negara ASEAN pertama kali akan digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 21-23 Maret mendatang. ALF akan mengusung tema 'Anthems for the Common People' yang terinspirasi dari 'Nyanyian Akar Rumput', sajak dari Wiji Thukul, penyair yang hilang dalam pergolakan reformasi 1998 hingga sekarang.

Direktur ALF 2014, Abdul Khalik, mengatakan dengan tema tersebut, pihaknya ingin mendedikasikan diri sebagai festival untuk mereka yang suaranya selama ini tidak terdengar.

"Festival ini hadir sebagai fest >>more


Sastrawan ASEAN Serukan Sajak Wiji Thukul

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para sastrawan Asia Tenggara bakal berkumpul di Jakarta untuk menyuarakan 'Nyanyian Akar Rumput' milik Wiji Thukul.

''ASEAN Literary Festival (ALF) 2014 hadir sebagai platform atau wadah buat penulis dan seniman serta publik dari beberapa negara ASEAN untuk saling mengenal satu sama lain lebih mendalam," ujar Direktur ALF, Abdul Khalik, Rabu (5/3).

Festival sastra yang pertama kali digelar untuk negara ASEAN ini mengusung tema "Anthems for the Common People" yang terinspirasi dari sajak 'Nyanyian Akar Rumput' karya penyair Indonesia Wiji Thukul.

ALF, imbuh Khalik, ingin mendedikasikan diri sebagai festival untuk mereka yang suaranya selama ini tidak terdengar.

Yayasan Muara sebagai penyelenggara pun mewujudkannya bersama Kemente >>more


El Indio: Poet and People

By Jamil Maidan Flores on 12:40 am February 24, 2014.
Tags: Asean Literature Festival, Philippines, poetry


A while ago I was reading old news about Dr. Cirilo F. Bautista’s speech at the 63rd Palanca Literary Awards ceremony in the Philippines. Titled “To Be a Poet in a Small Country,” his speech bemoaned the lot of the Filipino poet.

“Poetry,” he said, “receives no significant financial allocation, no institutional support, no artistic infrastructure… The world of fine writing has not made the priority list of any government in the history of the country, whatever our political fathers may say about the importance of cultural advancement.”

Who is Cirilo Bautista? He calls himself “an old poet in a small country. >>more


First ASEAN Literary Fest now open for registration

The Brunei Times
Quratul-Ain Bandial
BANDAR SERI BEGAWAN
Tuesday, February 18, 2014


THE first ASEAN Literary Festival, themed ?Anthems for the common people?, will be held next month in Jakarta from March 21-23.


Held at the Taman Ismail Marzuki compound in central Jakarta, the event will gather Southeast Asian poets, novelists, playwriters, critics, academics, scholars and artists to perform and discuss various themes ranging from colonialism, human rights, democratisation, religion and ethnicity.

The festival seeks to become a medium to boost the quality of the region?s literary works while being one of the bridges >>more




Page |1 | 2 | 3 | 4 | 5 |

Share On:

Tweet
Back
Untitled Document